Halo, saya Hello, I am

Adi Rizky Pratama

Saya seorang I am a

Dosen Teknik Informatika di UBP Karawang sekaligus Programmer Freelance. Menggabungkan riset akademis di bidang AI & Machine Learning dengan pengembangan solusi teknologi nyata untuk industri. Lecturer of Informatics Engineering at UBP Karawang and a Freelance Programmer. Combining academic research in AI & Machine Learning with the development of real-world technology solutions for industry.

6+
Publikasi Publications
50+
Sitasi Citations
10+
Proyek Projects
Dosen & Peneliti Lecturer & Researcher
Full-Stack Dev Full-Stack Dev
AI / ML AI / ML
Geser untuk efek 3D Drag for 3D effect
Adi Rizky Pratama

Akademisi yang Melek Industri Industry-Savvy Academician

Sebagai dosen di Program Studi Teknik Informatika Universitas Buana Perjuangan Karawang, saya mengajar dan meneliti di bidang kecerdasan buatan, pengolahan citra, dan pengembangan aplikasi. Di sisi lain, pengalaman sebagai programmer freelance memungkinkan saya menjembatani teori dan praktik — menghadirkan solusi teknologi yang didasari riset ilmiah yang kuat. As a lecturer in the Informatics Engineering Study Program at Universitas Buana Perjuangan Karawang, I teach and conduct research in artificial intelligence, image processing, and application development. On the other hand, my experience as a freelance programmer allows me to bridge theory and practice — delivering technology solutions built on robust scientific research.

Menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) UBP Karawang, saya terbiasa memimpin proyek digitalisasi skala besar dan berkolaborasi lintas tim. Serving as the Head of the Center for Data and Information (PUSDATIN) at UBP Karawang, I am accustomed to leading large-scale digitalization projects and collaborating across teams.

Dosen Tetap Full-time Lecturer

Teknik Informatika, UBP Karawang Informatics Engineering, UBP Karawang

Riset AI & ML AI & ML Research

CNN, LSTM, k-NN, OCR

Kepala PUSDATIN Head of PUSDATIN

Digitalisasi & Data Center Digitalization & Data Center

Freelance Dev Freelance Dev

Web & Mobile Applications Web & Mobile Applications

Apa yang Bisa Saya Bantu? How Can I Help You?

Menggabungkan keahlian akademis dan pengalaman industri untuk memberikan solusi terbaik. Combining academic expertise and industry experience to deliver the best solutions.

Software Development

Pengembangan aplikasi web & mobile custom sesuai kebutuhan bisnis Anda. Dari landing page hingga sistem enterprise. Custom web & mobile application development tailored to your business needs. From landing pages to enterprise systems.

IT Consulting

Konsultasi arsitektur sistem, pemilihan teknologi, transformasi digital, dan optimasi infrastruktur IT. Consulting on system architecture, technology stack selection, digital transformation, and IT infrastructure optimization.

Corporate Training

Pelatihan pemrograman, data science, dan AI untuk tim korporat maupun institusi pendidikan. Programming, data science, and AI training for corporate teams and educational institutions.

Research Collaboration

Kolaborasi riset di bidang machine learning, computer vision, dan data mining untuk publikasi ilmiah. Research collaboration in machine learning, computer vision, and data mining for scientific publications.

Tech Stack yang Dikuasai Mastered Tech Stack

HTML5
CSS3
JavaScript
Bootstrap
PHP
Laravel
Node.js
Python
TensorFlow
Keras
MySQL
PostgreSQL
Git & GitHub

Tri Dharma Perguruan Tinggi Three Pillars of Higher Education

Pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat sebagai fondasi kontribusi ilmiah. Teaching, research, and community service as the foundation of scientific contribution.

Mata Kuliah yang Diampu Courses Taught

Pemrograman Web Web Programming
Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence
Machine Learning Machine Learning
Pengolahan Citra Digital Digital Image Processing
Basis Data Database Systems
Pemrograman Mobile Mobile Programming

Pengabdian Masyarakat Community Service

Digitalisasi UMKM melalui implementasi e-learning, QRIS, dan sistem informasi untuk pelaku usaha mikro di Karawang. Digitalization of MSMEs through the implementation of e-learning, QRIS, and information systems for micro-businesses in Karawang.

Highlight Publikasi Riset Research Publication Highlights

1

Penggunaan media pembelajaran Wordwall untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa The use of Wordwall learning media to improve students' interest and learning motivation

Zahro, N. A. Q., & Pratama, A. R.

50+ Sitasi 50+ Citations Jurnal Journal
2

Perbandingan Algoritma Apriori Dan FP-Growth Terhadap Market Basket Analysis Comparison of Apriori and FP-Growth Algorithms for Market Basket Analysis

Fathurrahman, M., Pratama, A. R., & Al-Mudzakir, T.

Data Mining Jurnal Journal
3

Implementasi CNN Untuk Klasifikasi Citra Kemasan Kardus Defect dan No Defect CNN Implementation for Defect and No Defect Cardboard Box Image Classification

Antoni, A., Rohana, T., & Pratama, A. R.

Computer Vision CNN

Proyek & Hasil Karya Projects & Creative Works

Koleksi proyek dari dunia akademik, freelance, dan open source. A collection of projects from academic, freelance, and open-source fields.

Memuat proyek... Loading projects...

Pengalaman & Pendidikan Experience & Education

Perjalanan karir di dunia akademik dan industri teknologi. Career journey in the academic world and technology industry.

Akademik Academic 2018 — Sekarang 2018 — Present

Dosen Tetap Full-time Lecturer

Universitas Buana Perjuangan Karawang

Mengajar mata kuliah Pemrograman Web, AI, Machine Learning, dan membimbing riset mahasiswa di Program Studi Teknik Informatika. Teaching Web Programming, AI, Machine Learning, and supervising student research in the Informatics Engineering Study Program.

Freelance Freelance 2019 — Sekarang 2019 — Present

Freelance Web Programmer Freelance Web Programmer

Berbagai Klien & Proyek Various Clients & Projects

Mengembangkan aplikasi web dan mobile untuk klien dari berbagai industri. Spesialisasi di PHP/Laravel, JavaScript, dan Python. Developing web and mobile applications for clients across various industries. Specializing in PHP/Laravel, JavaScript, and Python.

Akademik Academic 2018 — Sekarang 2018 — Present

Kepala PUSDATIN Head of PUSDATIN

UBP Karawang

Memimpin Pusat Data dan Informasi universitas. Mengelola infrastruktur IT, sistem informasi akademik, dan digitalisasi kampus. Leading the university's Center for Data and Information. Managing IT infrastructure, academic information systems, and campus digitalization.

Pengabdian Service 2021 — Sekarang 2021 — Present

Digitalisasi UMKM MSME Digitalization

Karawang & Sekitarnya Karawang & Surrounding Areas

Program pengabdian masyarakat: pelatihan IT, implementasi e-learning dan QRIS untuk pelaku usaha mikro. Community service program: IT training, e-learning implementation, and QRIS integration for micro-businesses.

Pendidikan Education 2015 — 2017

S2 — Magister Teknik Informatika Master of Informatics Engineering

Universitas / Institusi University / Institution

Fokus studi pada kecerdasan buatan, pengolahan citra, dan machine learning. Study focus on artificial intelligence, image processing, and machine learning.

Pendidikan Education 2011 — 2015

S1 — Sarjana Teknik Informatika Bachelor of Informatics Engineering

Universitas / Institusi University / Institution

Fondasi keilmuan di bidang pemrograman, basis data, jaringan komputer, dan rekayasa perangkat lunak. Foundational knowledge in programming, databases, computer networks, and software engineering.

Hubungi Saya Contact Me

Ada proyek, kolaborasi riset, atau pertanyaan? Jangan ragu untuk menghubungi. Have a project, research collaboration, or question? Feel free to reach out.

Mari Berkolaborasi! Let's Collaborate!

Saya selalu terbuka untuk peluang kolaborasi, baik di bidang akademik maupun pengembangan software. Silakan hubungi saya melalui platform berikut. I am always open to collaboration opportunities, both in the academic sphere and software development. Please contact me through the platforms below.

Advertisement

Selasa, 14 Juli 2026

RedHook 2026: Malware Android Baru yang Membajak Ponsel Lewat ADB – 5 Langkah Proteksi Efektif

RedHook 2026: Malware Android Baru yang Membajak Ponsel Lewat ADB – 5 Langkah Proteksi Efektif

Ancaman malware Android terus berkembang, dan pada 2026 salah satu nama yang paling perlu diwaspadai adalah RedHook. Malware ini disebut berbahaya karena memanfaatkan ADB (Android Debug Bridge), yaitu fitur yang sebenarnya dibuat untuk kebutuhan pengembang dan teknisi, tetapi bisa disalahgunakan untuk mengambil alih perangkat.

Jika ponsel Anda pernah mengaktifkan USB Debugging, ADB, atau memakai perangkat dengan pengamanan longgar, memahami cara kerja RedHook menjadi langkah penting. Berikut penjelasan ringkas, padat, dan praktis agar Anda bisa melindungi perangkat sebelum terlambat.

Apa Itu RedHook dan Mengapa Berbahaya di 2026?

RedHook adalah malware Android yang dirancang untuk menyusup ke perangkat melalui celah konfigurasi ADB atau akses debugging yang tidak diamankan dengan baik. Dalam skenario tertentu, malware ini dapat memanfaatkan koneksi ADB untuk menjalankan perintah, memasang payload tambahan, lalu membuka jalan bagi pengambilalihan perangkat.

Definisi RedHook serta vektor serangan melalui ADB (Android Debug Bridge)

ADB adalah alat resmi Android untuk berkomunikasi dengan perangkat lewat komputer atau jaringan. Fungsinya sah untuk debugging, instalasi aplikasi, transfer file, hingga eksekusi perintah sistem. Masalah muncul ketika ADB dibiarkan aktif tanpa pengawasan, terutama jika perangkat terhubung ke komputer asing, jaringan tidak aman, atau memiliki otorisasi debugging yang sudah pernah disetujui.

RedHook memanfaatkan kondisi ini sebagai vektor serangan. Begitu akses ADB terbuka, penyerang dapat mengirim perintah ke perangkat, menyalin file berbahaya, memasang aplikasi tanpa interaksi normal pengguna, atau mengubah pengaturan tertentu agar malware tetap bertahan.

Keunikan RedHook dibanding malware Android lain (misalnya persisten, sulit dideteksi)

Berbeda dari banyak malware Android yang bergantung pada APK palsu atau phishing biasa, RedHook menonjol karena memanfaatkan jalur teknis yang sering dianggap aman oleh pengguna awam. Ini membuat serangannya terasa "sunyi" karena tidak selalu membutuhkan klik pada tautan mencurigakan.

Keunikan lain RedHook adalah sifatnya yang persisten. Setelah berhasil masuk, malware dapat menanam komponen tambahan, menyamarkan aktivitasnya, dan mengurangi kemungkinan terdeteksi oleh pengguna. Pada perangkat dengan bootloader tidak terkunci atau sistem yang dimodifikasi, tingkat risikonya bisa lebih tinggi karena hambatan keamanannya lebih rendah.

Cara Kerja RedHook: Dari Eksploitasi ADB hingga Pembajakan Ponsel

Secara umum, RedHook bekerja bertahap. Ia tidak selalu langsung mengambil alih perangkat dalam satu langkah, melainkan membangun akses, memperkuat pijakan, lalu memperluas kontrol.

Tahapan infeksi: koneksi ADB tanpa izin, injeksi payload, dan pengambilalihan kontrol

Tahap pertama biasanya dimulai dari akses ADB yang terbuka atau pernah diotorisasi. Jika penyerang mendapatkan jalur komunikasi ke perangkat, mereka bisa menjalankan perintah dasar untuk memetakan sistem, memeriksa versi Android, dan mencari hak akses yang tersedia.

Tahap berikutnya adalah injeksi payload. Payload ini bisa berupa aplikasi berbahaya, skrip, atau modul tambahan yang dipasang diam-diam. Setelah itu, RedHook berupaya mempertahankan akses, misalnya dengan mengubah setelan tertentu, menambahkan layanan latar belakang, atau memasang komponen yang aktif saat perangkat dinyalakan ulang.

Tahap terakhir adalah pengambilalihan kontrol. Pada fase ini, penyerang dapat menjalankan perintah jarak jauh, memantau aktivitas, atau menjadikan ponsel sebagai pintu masuk untuk aksi lanjutan seperti pencurian akun dan penyadapan data.

Kemampuan RedHook: mencuri data, menginstal aplikasi nakal, serta mengakses perangkat jarak jauh

Kemampuan RedHook bisa sangat mengganggu karena menyasar fungsi inti perangkat. Malware ini berpotensi mencuri data pribadi seperti kontak, pesan, file, token login, hingga informasi perangkat. Jika izin sistem cukup longgar, ruang geraknya makin besar.

Selain itu, RedHook dapat menginstal aplikasi nakal tanpa proses normal yang jelas bagi pengguna. Ini berbahaya karena aplikasi tambahan tersebut bisa dipakai untuk iklan agresif, pencurian kredensial, pemantauan aktivitas, atau bahkan sebagai backdoor untuk akses jarak jauh.

Dalam skenario terburuk, penyerang bisa mengontrol perangkat dari jauh. Artinya, ponsel korban bukan hanya terinfeksi, tetapi juga dapat dipakai sebagai alat untuk aksi kriminal lain.

Siapa yang Paling Berisiko dan Bagaimana Mendeteksi RedHook?

Tidak semua pengguna Android memiliki tingkat risiko yang sama. RedHook cenderung lebih efektif pada perangkat yang konfigurasi keamanannya longgar atau pernah dipakai untuk keperluan teknis tanpa pengamanan tambahan.

Target utama: pengguna yang mengaktifkan ADB tanpa autentikasi atau perangkat dengan bootloader tidak terkunci

Kelompok paling berisiko adalah pengguna yang sering mengaktifkan USB Debugging lalu lupa mematikannya. Risiko meningkat jika perangkat pernah terhubung ke banyak komputer, terutama perangkat publik atau milik orang lain.

Pengguna dengan bootloader tidak terkunci, perangkat root, ROM modifikasi, atau kebiasaan sideload aplikasi dari luar toko resmi juga lebih rentan. Ini bukan berarti semua perangkat seperti itu pasti terinfeksi, tetapi permukaan serangannya jelas lebih luas.

Gejala infeksi: ponsel tiba-tiba lambat, muncul aplikasi asing, atau koneksi aneh ke server tidak dikenal

Beberapa tanda infeksi bisa terlihat dari perilaku ponsel yang berubah mendadak. Misalnya, perangkat menjadi lambat tanpa alasan jelas, baterai cepat habis, suhu naik walau tidak dipakai berat, atau konsumsi data meningkat tidak wajar.

Tanda lain yang patut dicurigai adalah munculnya aplikasi asing, perubahan pengaturan yang tidak Anda lakukan, notifikasi aneh, atau aktivitas jaringan ke server yang tidak dikenal. Jika ponsel sering aktif sendiri, layar menyala tanpa sebab, atau ada proses instalasi misterius, jangan anggap sepele.

Panduan Lengkap Melindungi Ponsel dari Serangan RedHook di 2026

Mencegah serangan RedHook jauh lebih mudah daripada memulihkan perangkat yang sudah dibajak. Fokus utamanya adalah menutup jalur ADB yang tidak perlu, memperkuat keamanan akun, dan menjaga sistem tetap mutakhir.

Praktik aman: nonaktifkan ADB jika tidak digunakan, gunakan autentikasi dua faktor, serta perbarui sistem

Langkah pertama dan paling penting adalah mematikan USB Debugging atau ADB saat tidak digunakan. Fitur ini berguna untuk pengembang, tetapi bagi kebanyakan pengguna, membiarkannya aktif hanya menambah risiko.

Langkah kedua, aktifkan autentikasi dua faktor pada akun Google dan akun penting lain. Walau 2FA tidak langsung menghentikan malware di perangkat, fitur ini membantu membatasi dampak jika kredensial Anda dicuri.

Langkah ketiga, selalu perbarui sistem operasi Android, patch keamanan, dan aplikasi. Pembaruan sering menutup celah yang bisa dimanfaatkan malware untuk bertahan atau meningkatkan hak akses.

Langkah keempat, hindari menghubungkan ponsel ke komputer atau kabel USB yang tidak tepercaya. Serangan berbasis ADB bisa berawal dari kebiasaan sederhana seperti mengisi daya di perangkat asing.

Langkah kelima, periksa daftar otorisasi debugging dan cabut akses yang tidak dikenal. Jika perlu, reset otorisasi USB debugging dari menu pengembang agar semua komputer lama harus meminta izin ulang.

Alat deteksi dan penghapusan: rekomendasi antivirus Android terkini serta langkah factory reset jika perlu

Gunakan aplikasi keamanan Android dari vendor tepercaya yang memiliki fitur pemindaian malware, pemantauan aplikasi, dan deteksi perilaku mencurigakan. Pilih solusi yang rutin diperbarui, bukan sekadar aplikasi populer tanpa rekam jejak keamanan yang jelas.

Jika Anda mencurigai infeksi, lakukan langkah berikut:

  1. Putuskan koneksi internet.
  2. Nonaktifkan USB Debugging.
  3. Hapus aplikasi yang tidak dikenal.
  4. Jalankan pemindaian antivirus.
  5. Ganti kata sandi akun penting dari perangkat lain yang aman.

Jika gejala tetap muncul atau malware tampak bertahan setelah penghapusan biasa, factory reset bisa menjadi opsi paling aman. Sebelum melakukannya, cadangkan hanya data penting seperti foto, kontak, dan dokumen, lalu hindari memulihkan aplikasi atau file yang mencurigakan.

FAQ

Apakah RedHook bisa menyerang semua merek ponsel Android?

Secara teori, malware yang memanfaatkan ADB bisa berdampak pada banyak merek Android, bukan hanya satu vendor. Namun, tingkat keberhasilannya tetap bergantung pada konfigurasi perangkat, versi sistem, dan apakah fitur debugging dibiarkan aktif.

Bagaimana cara tahu jika ponsel saya sudah terinfeksi RedHook?

Perhatikan gejala seperti ponsel melambat, baterai cepat habis, muncul aplikasi asing, atau aktivitas jaringan yang tidak wajar. Untuk memastikannya, lakukan pemindaian dengan antivirus tepercaya dan cek pengaturan developer serta daftar aplikasi terpasang.

Bisakah RedHook dihapus tanpa melakukan hard reset?

Bisa, jika infeksinya belum terlalu dalam dan belum menanam komponen persisten di level sistem. Tetapi jika malware terus muncul kembali atau perangkat tetap menunjukkan perilaku mencurigakan, factory reset biasanya menjadi langkah paling efektif.

Apakah mengaktifkan USB Debugging sama bahayanya dengan mengaktifkan ADB?

USB Debugging adalah pintu untuk penggunaan ADB, jadi risikonya saling terkait. Tidak selalu berbahaya jika dipakai dengan benar, tetapi membiarkannya aktif terus-menerus jelas meningkatkan peluang penyalahgunaan.

Penutup

RedHook menunjukkan bahwa ancaman Android kini tidak hanya datang dari aplikasi palsu, tetapi juga dari fitur teknis yang disalahgunakan. Jika Anda tidak benar-benar membutuhkan ADB, matikan sekarang juga, perbarui perangkat, dan pastikan ponsel tidak memberi akses debugging ke perangkat yang tidak dikenal.

Kebiasaan kecil seperti ini bisa menjadi pembeda antara ponsel yang aman dan ponsel yang diam-diam sudah dibajak.

Sumber:
https://news.google.com/rss/articles/CBMiigFBVV95cUxNNzhtc0NTSllJdEtodjNiR3lZc0J2N2NuSlozbW9CNVhKQndOZUZLOFJueW84cTNwVjBNVzFuM2hfMGZzbUZZOF9wNzhGejlHY0FLbzE3MEJ0bkc3REhXNjE3akh6Z0xxS2htODhpdTM1ZmZ3VHozV0toR01uZmExSjJQWl9rQWZwYUE?oc=5

Artikel ini ditulis oleh kecerdasan buatan (AI) menggunakan model deepseek-v4-pro via SumoPod AI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dosen Teknik Informatika di UBP Karawang sekaligus Programmer Freelance. Menggabungkan riset akademis di bidang AI & Machine Learning dengan pengembangan solusi teknologi nyata untuk industri.

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog